Apa yang akan engkau lakukan dengan waktu yang semakin berlalu?
Apakah engkau akan mengisinya dengan penyesalan di masa lalu?
atau, engkau akan menghinggapinya dengan kenangan indah nan tak terlupa?
atau, engkau akan memenuhinya dengan kekhawatiran di masa depan?
atau, engkau akan melaluinya dengan rutinitas sehari-hari tanpa tahu untuk apa kau melakukannya?
atau, engkau akan menghiasinya dengan amal salih sebagai persiapan pertemuan dengan-Nya?
Tempat yang paling sering aku rindukan berada pada sebuah kampung kecil yang cukup terkenal di Kota Kediri. Ya benar, kampung itu bernama Pare yang terkenal sebagai kampung inggris.
Mungkin sekitar lima tahun yang lalu, pertama kali aku menginjakkan kaki di Pare. Saat itu aku baru lulus Sekolah Menengah Atas (SMA). Kedatanganku kesana untuk mempersiapkan ujian tes tulis masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Aku bukan termasuk siswa yang beruntung yang mendapatkan bangku kuliah dengan jalur undangan (nilai rapor), aku pun tidak berhasil masuk PTN yang ku inginkan. Aku (dengan dukungan ibuku tercinta) memutuskan untuk berhenti satu tahun, mengikuti tes tulis tahun selanjutnya.
Tentu saja, satu tahun itu menjadi cobaan sekaligus batu loncatan yang terberat bagiku. Beragam perasaan sedih dan malu yang aku rasakan. Aku tidak berhasil lolos di jalur undangan. Meskipun aku berhasil lolos di jurusan X di salah satu universitas negeri dalam ujian tes tulis, banyak keluarga dan kerabat yang menyayangkan pilihanku. Akhirnya setelah enam bulan belajar disana, aku berhenti dan keluar. Aku sempat menyesal kenapa dulu aku tidak belajar dengan sungguh-sungguh sekuat tenaga.
Hari-hari selanjutnya, aku jalani kehidupanku di Pare. Setiap hari setiap waktu dalam hidupku aku gunakan untuk belajar dan berdoa. Pare mampu menjadi obat penawar keputusasaanku. Aku mengikuti kursus di beberapa lembaga. Awalnya aku mengikuti kelas grammar di ELFAST. Tapi setelah aku sadari, tes bahasa inggris yang diujikan bukan mengenai grammar melainkan reading. Aku pun langsung mengambil kelas reading di KRISNA. Bertemu dengan teman-teman dari berbagai daerah, tinggal di asrama, dan bersepeda adalah salah tiga hal yang membuatku sangat menikmati tinggal disana.